Polsek Bua Minta Dua dari 6 Pelaku Rudapaksa Remaja 16 Tahun di Luwu Menyerahkan Diri

Polsek Bua Polres Luwu meminta IP dan FE, dua dari empat pelaku pemerkosaan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang masih buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) agar segera menyerahkan diri. "Kami meminta untuk segera menyerahkan diri ke polisi," tegas Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam, Jumat (9/4/2021). Sementara itu, empat pelaku lainnya sudah ditangkap.

Hanya tiga jam setelah korban melapor ke Polsek Bua Polres Luwu. "Yang empat ditangkap anggota tiga jam setelah korban melapor," katanya. Saat ditangkap, keempatnya tidak melakukan perlawanan.

"Kita minta dua pelaku lainnya kooperatif," tuturnya. Gadis berinisial WD (16) menjadi korban pemerkosaan enam pemuda Luwu. Selain dirudapaksa, WD juga diancam dibunuh oleh salah satu pelaku memakai pisau tajam.

Ancaman tersebut membuat korban terpaksa menyerahkan tubuhnya para pelaku. "WD awalnya dibujuk masuk ke dalam sebuah kamar lalu disetubuhi oleh lelaki TG," jelas Faisal. "Setelah itu WD digilir oleh teman teman TG berjumlah lima orang, yang sebelumnya sudah berada di rumah tersebut."

"WD sempat berontak, namun salah satu pelaku mengancam korban dengan menggunakan sebilah parang akan menghabisinya bila menolak," sambung Faisal. Setelah kejadian itu WD melaporkan aksi bejat keenam pria yang menggilirnya ke Polsek Bua. "Pelaku pengancaman menyebut jika tidak mau 'main' nyawanya bakal melayang," bebernya.

Diketahui, WD dirudapaksa enam pria pada sebuah rumah di Desa Toddopuli, Kecamatan Bua, Luwu. Tak terima dengan perbuatan enam orang itu, WD bersama keluarga kemudian melapor ke Polsek Bua. Tak butuh waktu lama, polisi menangkap empat dari enam pelaku.

"Dua pelaku masih buron," kata Faisal. Faisal mengatakan, kasus ini bermula ketika korban WD berkenalan dengan salah satu pelaku TG (18) melalui media sosial Facebook. Pada Jumat (2/4/2021) malam, TG mengajak korban bertemu di sekitaran Lapangan Bua.

Korban lalu diajak TG jalan jalan menggunakan motor. TG kemudian membawa korban ke rumah salah satu rekannya di Desa Toddopuli, Kecamatan Bua. Setibanya di sana, TG mengajak korban masuk ke dalam kamar.

Lalu menjalankan aksinya menggauli korban. Setelah itu, TG menyerahkan korban kepada lima rekannya yang telah menunggu di luar kamar. Lima orang itu kemudian secara bergantian menodai korban.

Pada Rabu (7/9/2021) korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Bua. Tak butuh waktu lama, empat pelaku sudah ditangkap dan dua masih buron. Mereka yang ditangkap adalah TG (18), AT (24), MI (25), dan FI (22).

Sementara yang masih buron adalah IP dan FE. "Empat yang sudah ditangkap, sedang dua lainnya masih buron," katanya. Akibat perbuatannya, enam pelaku terancam dijeratan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

"Yang ditangkap sudah ditahanan di sel Polsek Bua," kata Faisal. Sementara itu RM (43) warga Toraja Utara ditangkap Polisi, Sabtu (10/4/2021) karena mencabuli anak kandungnya sendiri berinisial RS (16). "Pelaku ditangkap di rumahnya, ia mencabuli anak kandung sendiri," jelas personel Piket Sat Reskrim, Briptu Christian Patulak.

Asi bejat pelaku sudah dilakukan berkali kali. Akibat hubungan terlarang itu, korban hamil. "Hamil berdasarkan laporan dari tante korban," sambung Christian.

Saat ini pelaku sudah ditahan di rutan Polres Toraja Utara.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.